Materi Budi Daya Ikan Konsumsi Kelas 9D Dan 9E ( Tanggal 02 Oktober 2020 )
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pengertian dan fungsi budidaya ikan konsumsi adalah pengetahuan yang memang seharusnya diketahui oleh banyak orang. Mengapa? Karena ada banyak sekali diantara kita yang memang mengkonsumsi ikan di setiap harinya, bukan?
Budidaya ikan konsumsi ini adalah sebuah kegiatan yang dilakukan agar bisa memberikan bentuk hasil dan nantinya bermanfaat untuk sebuah sistem yang akan menghasilkan dalam kondisi yang dibuat oleh sistem dan bantuan manusia. Budidaya ikan konsumsi ini bisa dilakukan di dalam kolam pemancingan maupun di dalam lahan lain nya.
Sedangkan ikan konsumsi sendiri diartikan sebagai ikan yang sering digunakan sebagai bahan lauk pauk dan sering menjadi pilihan untuk dikonsumsi. Sedangkan jenis dari ikan konsumsi ini bisa dibagi lagi menjadi beberapa bagian, yakni ikan yang berasal dari daerah perairan di darat maupun ikan yang ada di laut. Jadi pembudidayaan ini bisa dilakukan dengan pembelian bibit maupun penangkapan langsung.
Jenis-Jenis Ikan Konsumsi
Walaupun jenis ikan konsumsi yang sering dibudidayakn ada banyak sekali, berikut beberapa jenis yang umum dibudidayakan yakni : pain, lele, gurami, nila, bawal dan mas. Jika hendak membedakan ikan-ikan tersebut maka kita bisa melihat langsung morfologi dari ikan tersebut. Karena setiap jenis ikan konsumsi memiliki ciri khas yang berbeda yang bisa membedakan mereka dengan jenis ikan lainnya.
Komoditas Ikan Konsumsi
Budi daya pembesaran ikan konsumsi dilakukan untuk mendapatkan ikan siap panen atau ukuran yang ingin dikonsumsi oleh konsumen.Kebutuhan ikan konsumsi berasal dari ikan air tawar,payau dan laut.
Jenis Ikan Air Tawar
Budidaya pembesaran ikan air tawar didominasi oleh ikan mas,lele, patin , nila dan gurami.
Jenis Ikan Payau
Jenis ikan air payau yang biasa biasa didominasi ikan bandeng,udang windu
Jenis Ikan Air Laut
Budidaya pembesaran ikan air laut yang biasa dikembangkan di keramba air laut yaitu Ikan Kakap Putih,kerapu dll.
SARANA DAN PERALATAN BUDI DAYA IKAN KOMSUMSI
A. Bahan
1. Benih
- Pergerakan bibit lele yang lincah, jika bibit ikan terlihat lemas dan kurang pergerakan atau pergerakannya hanya maju mundur saja menunjukan kualitas bibit yang kurang baik. Pergerakan yang lincah yang dimaksud disini adalah gerakan berenang yang aktif dan sangat responsif.
- Permukaan badan yang mulus dan warna yang cerah, jika menemukan bibit ikan yang permukaan kulitnya lecet-lecet menunjukan bibit yang kurang baik. Bibit ikan yang baik memilii warna tubuh cerah dan terlihat segar.
- Memiliki kelengkapan bagian tubuh, bagian-bagian bibit ikan yang baik adalah; badan, sirip , sungut. Semakin lengkap bagian-bagian tubuh bibit maka semakin baik kualitas bibit tersebut.
Benih ikan hasil kegiatan pembenihan di panti pembenihan (hatchery), merupakan benih yang relatif lebih baik, karena melalui suatu tahapan-tahapan yang selektif seperti pemilihan induk berkualitas, pemijahan induk, pemeliharaan larva dan benih, pendederan benih, dan panen benih, dari hasil panen diperoleh benih dilakukan sortasi dan grading sehingga diperoleh benih-benih dengan kriteria ukuran dan biomassa yang berbeda.
2. Pakan
Pakan memegang peranan penting dalam budidaya pembesaran ikan konsumsi. Dengan pengelolaan pakan yang baik, pertumbuhan ikan dapat mencapai ukuran sesuai target yang ditentukan. Pakan yang digunakan. adalah pakan alami dan buatan. Pakan alami berasal dari lingkungan disekitar perairan berupa jasad. Contoh pakan alami yaitu fitoplankton, zooplankton dan bentos. Pakan buatan dibuat dari berbagai campuran macam bahan baku hewani dan nabati dengan memperhatikan kandungan gizi, sifat dan ukuran ikan mengkonsumsi pakan tersebut. Pakan buatan umumnya bentuk pellet.
3. Pupuk
Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang dan buatan. Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi, kerbau, itik dan ayam yang sudah dikeringkan, sedangkan pupuk buatan berupa bahan-bahan kimia yang dibuat manusia dipabrik yang berguna untuk menyuburkan tanah perairan. Jenis pupuk buatan yang dapat digunakan adalah urea, ZA, TSP, KCL dan NPK.
Fungsi unsur hara yang terkandung dalam pupuk anorganik adalah sebagai berikut:
- Pupuk Urea yang mengandung unsur hara N (Nitrogen), berfungsi membentuk hijau daun dan memperlancar proses fotosintesis fitoplankton yang ada dalam kolam/tambak,
- Pupuk TSP mengandung unsur hara fosfor (P2O5), berfungsi : merangsang tumbuhnya plankton, Menambah sumber protein pada plankton, menambah daya tahan ikan terhadap serangan penyakit, dan menjaga kondisi kolam/tambak agar tetap stabil kesuburannya.
- Pupuk ZA mengandung unsur hara Kalium (K2O), berfungsi: membentuk karbohidrat, lemak, protein pada fitoplankton dari hasil fotosintesis, menambah daya tahan ikan terhadap serangan penyakit, dan menetralkan pH air.
4. Air
5. Kapur
Tujuan atau manfaat dari pengapuran adalah :
- Meningkatkan pH air dan tanah dasar perairan hingga sesuai dengan persyaratan yang dikehendaki ikan yang dibudidayakan, misalnya pH harus menjadi 7 – 8.
- Meningkatkan alkalinitas air sehingga produktivitas kolam/tambak menjadi tinggi
- Meningkatkan penyediaan mineral di dalam dasar kolam/tambak sehingga pertumbuhan pakan alami (fitoplankton) menjadi lebih baik. Dengan mengubah atau meningkatkan pH menjadi netral atau sedikit basa (alkalis), maka kompleks humus tanah dasar perairan menjadi lebih lancar melepaskan mineral-mineral yang dikandungnya.
- Memberantas hama dan penyakit ikan, yaitu sebagai desinfektan.
- Mengikat butir-butir lumpur halus yang melayang dalam air sehingga air menjadi jernih.
- Mempercepat proses penguraian bahan organik.
- Mengikat kelebihan Karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan baik dari hasil penguraian bahan organik maupun dari respirasi oleh makhluk hidup.
Tugas Siswa Kelas 9D dan 9E
1. Silakan Buat Soal dan Jawaban Dari Materi Diatas Sebanyak 10 soal ?
2. silakan foto selfie dengan tugas anda serta buat nama,kelas serta tanggal tugas yang kamu buat.
3. kirim ke wa pribadi bapak.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar