Mata Pelajaran Prakarya Kelas 9D dan 9E Pada Tanggal 20 November 2020

RESEP IKAN NILA BAKAR BUMBU KECAP SPESIAL HARAP SISWA MENGETAHUI DAN MENONTON  YOUTUBE DIBAWAH INI KARENA  INI AKAN JADI  UJIAN PRAKTEK KITA UNTUK SEMESTER GANJIL TUGAS UNTUK SISWA KELAS 9D DAN 9E 1. Silakan tonton video ini serta tulis apa yang dibicarakan dalam video ini. 2. Tulis dibuku catatanmu serta tulis nama ,kelas serta tanggal tugasmu. 3. Video ini paling lambat diterima hari minggu pada tanggal 22 november 2020 pukul 23.59 wib 4. Silakan Foto selfie dengan tugas tersebut.

Materi Budi Daya Ikan Konsumsi Kelas 9D Dan 9E ( Tanggal 02 Oktober 2020 )

 Pengertian dan fungsi budidaya ikan konsumsi adalah pengetahuan yang memang seharusnya diketahui oleh banyak orang. Mengapa? Karena ada banyak sekali diantara kita yang memang mengkonsumsi ikan di setiap harinya, bukan?


        Budidaya ikan konsumsi ini adalah sebuah kegiatan yang dilakukan agar bisa memberikan bentuk hasil dan nantinya bermanfaat untuk sebuah sistem yang akan menghasilkan dalam kondisi yang dibuat oleh sistem dan bantuan manusia. Budidaya ikan konsumsi ini bisa dilakukan di dalam kolam pemancingan maupun di dalam lahan lain nya.

        Sedangkan ikan konsumsi sendiri diartikan sebagai ikan yang sering digunakan sebagai bahan lauk pauk dan sering menjadi pilihan untuk dikonsumsi. Sedangkan jenis dari ikan konsumsi ini bisa dibagi lagi menjadi beberapa bagian, yakni ikan yang berasal dari daerah perairan di darat maupun ikan yang ada di laut. Jadi pembudidayaan ini bisa dilakukan dengan pembelian bibit maupun penangkapan langsung.

Jenis-Jenis Ikan Konsumsi

Walaupun jenis ikan konsumsi yang sering dibudidayakn ada banyak sekali, berikut beberapa jenis yang umum dibudidayakan yakni : pain, lele, gurami, nila, bawal dan mas. Jika hendak membedakan ikan-ikan tersebut maka kita bisa melihat langsung morfologi dari ikan tersebut. Karena setiap jenis ikan konsumsi memiliki ciri khas yang berbeda yang bisa membedakan mereka dengan jenis ikan lainnya.

Komoditas Ikan Konsumsi

        Budi daya pembesaran ikan konsumsi dilakukan untuk mendapatkan ikan siap panen atau ukuran yang ingin dikonsumsi oleh konsumen.Kebutuhan ikan konsumsi berasal dari ikan air tawar,payau dan laut.

Jenis Ikan Air Tawar

        Budidaya pembesaran ikan air tawar didominasi oleh ikan mas,lele, patin , nila dan gurami.

Jenis Ikan Payau

        Jenis ikan air payau yang biasa biasa didominasi ikan bandeng,udang windu

Jenis Ikan Air Laut 

        Budidaya pembesaran ikan air laut yang biasa dikembangkan di keramba air laut yaitu Ikan Kakap Putih,kerapu dll.

SARANA DAN PERALATAN BUDI DAYA IKAN KOMSUMSI 

A. Bahan

Bahan-bahan yang diperlukan sebagai sarana produksi pembesaran ikan konsumsi antara lain benih, pakan, pupuk, air, kapur, dan obat-obatan. Berikut ini penjelasan mengeani bahan-bahan tersebut.

1. Benih

Benih Ikan adalah anak ikan dengan ukuran tertentu yang akan digunakan sebagai bahan dalam kegiatan pembudidayaan ikan. Benih ikan yang unggul diperoleh dari induk yang unggul. Benih untuk pembesaran ikan konsumsi beragam ukurannya tergantung jenis ikan yang akan dibudidakan. Benih gurami yang diperlukan ukuran minimal 100 g, ikan mas 5-8 cm, nila 8-12 cm, dan lele 5-8 cm. 

Sangat penting untuk diketahui dalam budidaya pembesaran ikan konsumsi mengenail kualitas bibit yang baik. Kesuksesan budidaya ikan konsumsi sangat bergantung pada kualitas bibit yang dipilih, semakin baik bibit maka semakin kecil resiko kerugian yang akan ditanggung. Benih yang sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  • Pergerakan bibit lele yang lincah, jika bibit ikan terlihat lemas dan kurang pergerakan atau pergerakannya hanya maju mundur saja menunjukan kualitas bibit yang kurang baik. Pergerakan yang lincah yang dimaksud disini adalah gerakan berenang yang aktif dan sangat responsif.
  • Permukaan badan yang mulus dan warna yang cerah, jika menemukan bibit ikan yang permukaan kulitnya lecet-lecet menunjukan bibit yang kurang baik. Bibit ikan yang baik memilii warna tubuh cerah dan terlihat segar.
  • Memiliki kelengkapan bagian tubuh, bagian-bagian bibit ikan yang baik adalah; badan, sirip , sungut. Semakin lengkap bagian-bagian tubuh bibit maka semakin baik kualitas bibit tersebut. 
Dalam penyediaannya, benih dapat diperoleh dengan dua cara yaitu benih dari alam, dan benih dari panti-panti pembenihan (Hatchery). Benih alam adalah benih yang diperoleh oleh petani dengan cara menangkap di pantai-pantai sekitar kolam/tambak dengan cara menyeser seperti halnya menangkap nener bandeng, benih kakap, benih belanak, benih kerapu lumpur, benih gabus, benih toman, benih betok, dan lain sebagainya.

Benih ikan hasil kegiatan pembenihan di panti pembenihan (hatchery), merupakan benih yang relatif lebih baik, karena melalui suatu tahapan-tahapan yang selektif seperti pemilihan induk berkualitas, pemijahan induk, pemeliharaan larva dan benih, pendederan benih, dan panen benih, dari hasil panen diperoleh benih dilakukan sortasi dan grading sehingga diperoleh benih-benih dengan kriteria ukuran dan biomassa yang berbeda.

2. Pakan

Pakan adalah makanan/asupan yang diberikan kepada hewan ternak (peliharaan). Istilah pakan diadopsi dari bahasa Jawa. Pakan merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan dan kehidupan makhluk hidup.

Pakan memegang peranan penting dalam budidaya pembesaran ikan konsumsi. Dengan pengelolaan pakan yang baik, pertumbuhan ikan dapat mencapai ukuran sesuai target yang ditentukan. Pakan yang digunakan. adalah pakan alami dan buatan. Pakan alami berasal dari lingkungan disekitar perairan berupa jasad. Contoh pakan alami yaitu fitoplankton, zooplankton dan bentos. Pakan buatan dibuat dari berbagai campuran macam bahan baku hewani dan nabati dengan memperhatikan kandungan gizi, sifat dan ukuran ikan mengkonsumsi pakan tersebut. Pakan buatan umumnya bentuk pellet.


3. Pupuk

Pemupukan merupakan faktor penting untuk memperoleh keberhasilan dalam pembesaran ikan. Tanpa pemupukan maka keberadaan plankton tidak bisa dipertahankan atau ditingkatkan lebih banyak lagi. Pupuk diperlukan untuk untuk pemupukan tanah dasar kolam yang bertujuan untuk meningkatkan kesuburan kolam, memperbaiki struktur tanah dan menumbuhkan fitoplankton serta zooplankton sebagai pakan alami.

Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang dan buatan. Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi, kerbau, itik dan ayam yang sudah dikeringkan, sedangkan pupuk buatan berupa bahan-bahan kimia yang dibuat manusia dipabrik yang berguna untuk menyuburkan tanah perairan. Jenis pupuk buatan yang dapat digunakan adalah urea, ZA, TSP, KCL dan NPK.

Fungsi unsur hara yang terkandung dalam pupuk anorganik adalah sebagai berikut:
  • Pupuk Urea yang mengandung unsur hara N (Nitrogen), berfungsi membentuk hijau daun dan memperlancar proses fotosintesis fitoplankton yang ada dalam kolam/tambak,
  • Pupuk TSP mengandung unsur hara fosfor (P2O5), berfungsi : merangsang tumbuhnya plankton, Menambah sumber protein pada plankton, menambah daya tahan ikan terhadap serangan penyakit, dan menjaga kondisi kolam/tambak agar tetap stabil kesuburannya.
  • Pupuk ZA mengandung unsur hara Kalium (K2O), berfungsi: membentuk karbohidrat, lemak, protein pada fitoplankton dari hasil fotosintesis, menambah daya tahan ikan terhadap serangan penyakit, dan menetralkan pH air.

4. Air

Air mempunyai peranan penting dalam budidaya ikan. Air sebagai media budidaya harus mempunyai persyaratan tertentu agar ikan dapat tumbuh dengan baik. Air yang dapat memenuhi kriteria yang baik untuk pertumbuhan/budidaya hewan dan tumbuhan tingkat rendah yaitu adanya plankton sebagai indikator paling mudah bahwa air tersebut bisa digunakan untuk budidaya ikan. Kualitas air dapat diukur dari: pH, suhu, salinitas, dan kecerahan. Kisaran pH6-8, suhu 25-32, salinitas 0-5 ppt air tawar, 6-29 ppt air payau dan 30-35ppt air laut, kecerahan terlihat dari jumlah cahaya matahari yang dapat menembus badan air.

5. Kapur

Kapur digunakan untuk mempertahankan kestabilan keasaman pH tanah dan air sekaligus memberantas hama penyakit. Jenis kapur yang digunakan bermacammacam diantaranya kapur pertanian (kalsit dan dolomite) serta kapur aktif.

Tujuan atau manfaat dari pengapuran adalah :
  • Meningkatkan pH air dan tanah dasar perairan hingga sesuai dengan persyaratan yang dikehendaki ikan yang dibudidayakan, misalnya pH harus menjadi 7 – 8.
  • Meningkatkan alkalinitas air sehingga produktivitas kolam/tambak menjadi tinggi
  • Meningkatkan penyediaan mineral di dalam dasar kolam/tambak sehingga pertumbuhan pakan alami (fitoplankton) menjadi lebih baik. Dengan mengubah atau meningkatkan pH menjadi netral atau sedikit basa (alkalis), maka kompleks humus tanah dasar perairan menjadi lebih lancar melepaskan mineral-mineral yang dikandungnya.
  • Memberantas hama dan penyakit ikan, yaitu sebagai desinfektan.
  • Mengikat butir-butir lumpur halus yang melayang dalam air sehingga air menjadi jernih.
  • Mempercepat proses penguraian bahan organik.
  • Mengikat kelebihan Karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan baik dari hasil penguraian bahan organik maupun dari respirasi oleh makhluk hidup.

Tugas Siswa Kelas 9D dan 9E

1. Silakan Buat Soal dan Jawaban Dari Materi Diatas Sebanyak 10 soal ?

2. silakan foto selfie dengan tugas anda serta buat nama,kelas serta tanggal tugas yang kamu buat.

3. kirim ke wa pribadi bapak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS MATA PELAJARAN PENJASORKES KELAS 8 ( 15 OKTOBER 2020 )

Tugas Mata Pelajaran Prakarya Kelas 9D dan 9E (16 OKTOBER 2020 )

JADWAL UJIAN MID SEMESTER MATA PELAJARAN PENJASORKES KELAS 8E